Pages


Banyakkan Berselawat....

Banyakkan Berselawat....

14 August 2010

KEKASIH ALLAH


RENUNGKAN… RENUNGKAN… RENUNGKAN…

Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan RasulNya. Pagi itu,walaupun langit telah mulai menguning,burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah, “Wahai umatku kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya. Maka taati dan bertawakallah kepadaNya. Ku wariskan dua perkara kepada kalian, Al-Quran dan Sunnahku. Barangsiapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku,akan masuk syurga bersama-sama aku.” Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya,Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang,saatnya telah tiba.

“Rasulullah akan meninggalkan kita semua” keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hamper selelsai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasullulah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik yang berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah,ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah, “siapakah itu wahai anakku?”

”Tak tahu ayahku,orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu,Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan menggetarkan seolah-olah bahagian demi bahagian anaknya itu hendak di kenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara,dialah yang memisahkan pertemuan di dunia,dialah malakul maut,” kata Rasulullah,Fatimah menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut dating menghampiri,tapi Rasulullah menanyakan kenapaJibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskaan apa hakku nanti di hdapan Alllah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.”Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebarmenanti kedatanganmu,”kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “khabarkan kepadaku bagaiman nasib umatku kelak?” “ jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: “kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah engkau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat penghantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, meihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan tangannya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“ummatii, ummatii, ummatiii” – “Umatku, umatku, umatku” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

12 August 2010

BERSYUKURLAH..


ALLAHUAKBAR....
Malunya dengan Allah.
Rasa malu sangat..

Adakah kita menjadi orang yang bersyukur?
Adakah kita bersyukur dengan apa yang Allah berikan kepada kita?

Terlalu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita,
tapi bagaimana kita menerima nikmat2 tersebut?
Dengan perasaan sombong? Bangga diri? Melakukan maksiat?

MasyaAllah,malulah kita pada Allah...
Yang terus memberi pada kita walaupun kita tidak menunjukkan rasa syukur pada Allah. Itulah sifat AR-RAHMAN & AR-RAHIM.

Kalau manusia memberi sesuatu,akan ada perasaan dalam diri untuk mengharapkan orang membalasnya bukan?
Tetapi Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang,tidak meminta hamba-hambaNYA untuk membalas kembali nikmat yang Allah berikan. Kerana apa? Kerana terlalu banyak nikmat Allah berikan. Jika kita menghitungnya. Diibaratkan,kalau kita ambil air laut untuk menjadi dakwat bagi menulis nikmat yang Allah bagi,nescaya tidak cukup..

Malah ada bonus yang Allah berikan kepada orang yang BERSYUKUR...

Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat Allah, maka pasti azabKu sangat berat."
[Ibrahim,7]

SUBHANALLAH
Besarnya nikmat Allah pada kita..

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Ya Allah,Jadikanlah hati2 kami hati yang sentiasa bersyukur kepadaMU Ya Allah...
Allahumma amin
Ya Allah,Jadikanlah hati2 kami hati yang sentiasa bersyukur kepadaMU Ya Allah...
Allahumma amin
Ya Allah,Jadikanlah hati2 kami hati yang sentiasa bersyukur kepadaMU Ya Allah...
Allahumma amin

10 August 2010

RAMADHAN 1431



Ramadhan I wait for you,
Ramadhan I come to you,
Ramadhan I love you,
Ramadhan I miss you.

Ramadhan wait for me,
Ramadhan come to me,
Ramadhan look at me,
Ramadhan be closed to me.

Ramadhan please forgive me,
Ramadhan dont forget me,
Ramadhan please bless me,
Ramadhan dont leave me.

Ramadhan where are you,
Ramadhan I cant see you,
Ramadhan where have you been,
Ramadhan can I meet you again.


Salam Ramadhan buat semua. Jom kita tingkatkan amal kita. Rebutlah peluang untuk menambah amal kebaikan. Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik daripada Ramadhan lepas. InsyaAllah.

09 August 2010

SABAR DAN SYUKUR




PERANCANGAN ALLAH ADALAH YANG TERBAIK...=)


BERSANGKA BAIK PADA ALLAH, NESCAYA HATI AKAN TENANG...=)

07 August 2010

SEINDAH MAWAR BERDURI


Alhamdulillah, akhirnya ana dapat luangkan masa bersama kakak2 tercinta, kak min dan kak sufi di uia gombak. Dapat merasa sebentar menjadi pelajar maincampus.=) Semoga kami yang belajar di cfs akan selamat meneruskan perjuangan di maincampus. InsyaAllah. Doakan kami ya.

Post kali ini,ingin sekali ana coretkan pesanan buat mawar-mawar agama.

Bila disebut perkataan mawar,pasti kita akan terfikir kecantikan dan wangian mawar itu. Ingin sekali ana ibaratkan insan yang bergelar perempuan sebagai mawar. Sungguh indahkan perempuan itu. Disebabkan perkara inilah perempuan itu perlu memelihara diri kerana penuh dengan fitnah.



Bunga mawar selalu diberi oleh pak we kepada mak we nya bukan. Sebagai tanda apa? Sebagai tanda penghargaan bahawa si dia cantik seperti mawar. Sudah pasti perempuan akan rasa teruja. Buat teman2 yang temannya diberi bunga,pasti akan terdetik perasaan jealous kerana kita tidak punya insan yang dapat memberi bunga kepada kita. Tetapi awas! Kalau itu yang diberikan oleh insan yang bergelar pak we sebagai tanda ikatan percintaan yang terjalin,maksudnya anda sudah tertipu. Cuba kita lihat sekuntum bunga akan cepat layu bukan? Jadi,kisah percintaan yang terjalin itu akan menjadi seperti sekuntum mawar yang akan layu itu bukan?

Hakikat yang sebenarnya, diri perempuan itulah mawar yang sangat indah. Tetapi bergantung bagaimana perempuan itu mencorakkan dirinya.

Kalau kita hanya memiliki paras rupa yang cantik,itu tidak mencukupi wahai mawar-mawar agama. Kita perlu memiliki pertahanan diri bak duri yang ada pada bunga mawar. Hiasilah diri kita dengan akhlak yang terpuji.

Jadilah bunga mawar yang indah berpagarkan duri,
Jangan biarkan dirimu menjadi bunga yang hanya indah
tetapi sayang tidak berduri
Duri mawar itu ditasybihkan dengan
perbatasan aurat,akhlak dan al-haya'



Kepada si MAWAR yang disayangi,
Ku doakan dirimu MEKAR di taman,
Diakari rasa berTUHAN,
Dihiasi haruman AKHLAK dan IMAN,
Kerana itulah UKURAN,
JELITAnya seorang PERAWAN.

05 August 2010

TANDA-TANDA JATUH CINTA



Menurut hadis,orang yang sedang jatuh cinta lebih cenderung untuk selalu mengingati dan menyebut orang yang dicintainya.

Sabda Rasulullah, "Barang siapa yang mencintai sesuatu akan kerap menyebut tentang yang dicintainya."

Sabda Rasulullah, "Barang siapa yang mencintai sesuatu akan menjadi hamba kepada apa yang dicintainya."

1. Lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibandingkan dengan yang lain.

Peringkat pertama apabila anda menyukai sesuatu anda akan sering mengingatinya. Ingatan itu akan menyebabkan lisan sering berbicara hal-hal mengenainya. Kesukaan itu akan mendorong anda untuk menyimpan segala maklumat yag berkaitan dengan yang dicintai. Ia adalah dorongan semula jadi yang sememangnya tidak perlu dipaksa lagi.

2. Lebih suka berkumpul dan bersama dengan yang dicintai dibandingkan dengan yang lain.

Peringkat kedua apabila anda senang atau suka pada sesuatu, anda pasti akan senang duduk bersamanya. Sekalipun tanpa bicara atau kata-kata, perasaan suka dan senang itu tetap mengalir apabila mata anda memandangnya. Jarak itu memainkan peranan untuk mengalirkan perasaan bahagia dan tenteram. Kerana dekat itu menjadikan anda merasai kewujudan yang dikasihi.

3. Lebih suka mengikut kemahuan yang dicintai dibandingkan kemahuan orang lain atau diri sendiri.

Peringkat ketiga apabila anda mencintai sesuatu anda akan melalukan apa yang disukai oleh kekasih. Meninggalkan apa yang dilarang olehNya. Anda langsung tidak mahu melukakannya sekalipun dia tidak di sisi anda. Jujur dan ikhlas dalam mencinti sekalipun tanpa kekasih melihat apa yang anda lakukan. Ini adalah peringkat yang tertinggi dan disebut juga sebagai ehsan. Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Allah, maka ia lebih suka berbicara dengan Allah, denggan membaca firmanNya, lebih suka bercengkerama dengan Allah dalam iktikaf dan lebih suka mengikuti perintah Allah daripada perintah yang lain.

Bagaimana dengan diri kita? Nama siapakah yang kita kerap sebut setiap hari? Dengan siapakah kita lebih senang duduk bersama? Keinginan dan larangan siapakah yang selalu kita lakukan? Daripada persoalan ini lita akan mengetahui siapakah sebenarnya yang anda cintai.

Allahkah yang dicintai?
Manusiakah yang dicintai?
Atau nafsu serakah yang dicintai?

29 July 2010

PERMATA HATI..





Islam meletakkan amanah yang besar untuk mendidik anak-anak. Anak-anak yang diibartakan sebagai harta perlu dijaga sebaik mungkin. Jika dijaga dan dipelihara dengan baik, harta itu akan menjadi ”hiasan hidup” yang berharga, jika salah didikan akan pula menjadi ”musuh orang tuanya” (QS 64:14) dan “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia… (Al-Kahfi: 46).

Islam memandang dunia kanak-kanak penuh dengan keindahan dan mempesonakan. Agar keindahan dan keterpesonaan itu tidak menyebabkan kanak-kanak leka dan membesar dalam suasana tanpa memahami adab, Islam mengamanahkan ibu bapa agar memberikan perhatian, panduan dan bimbingan. Jika ibu bapa membiarkan kanak-kanak diselubungi keterpesonaan melampau, kanak-kanak membesar dalam suasana yang timpang dan berbahaya. Kanak-kanak akan mengambil tindakan berdasarkan rasa dan gerak naluri semata-mata. Akan menyebabkan terjerumus ke lembah bahaya dan penuh kepura-puraan.



Rasulullah s.a.w menganjurkan agar kita menghormati anak-anak dengan memberi didikan dengan sebaik mungkin. Allah s.w.t menberi rahmat kepada seseorang yang menbantu anaknya sehingga anak itu dapat berbakti kepadanya. Ada seorang sahabat bertanya; ”Bagaimana cara menbantunya? Jawab Baginda, ”Menerima segala usahanya walaupun kecil,memaafkan kesilapannya, tidak membebaninya dengan beban yang berat, dan tidak pula memaki sehingga melukai hatinya.”
Kita sering mendengar ibu bapa mengeluh tentang anak-anak yang nakal, degil dan tidak “mendengar kata. Sehingga keluar kata-kata seperti “memang dasar anak degil”, “anak syaitan” atau lain-lain perkataan yang tidak baik daripada mulut ibu bapa sendiri. Mereka sebenarnya tidak sedar bahawa kedegilan anak-anak itu adalah berpunca daripada salah asuhan mereka sendiri.

Prof Dr. Hamka menjelaskan cara terbaik mendidik anak ialah: ”Hendaklah perjalanan hidupmu dengan anak-anakmu lurus dan pertengahan.Hendaklah kamu menjadi kaca yang jernih dan bercahaya untuk ditilik oleh anak-anakmu,Jauhkan dirimu daripada perbuatan tercela.”

Anak-anak mudah meniru. Orang tuanya merupakan idolanya. Apabila melihat kebiasaan baik daripada kedua-dua orang tuanya, kanak-kanak dengan cepat mahu mencontohinya. Dunia anak adalah dunia permainan. Dengan bermain dan berhubung dengan mereka secara tidak langsung kita juga mendidiknya. Justeru itu Rasulullah s.a.w menekankan pentingnya bermain bersama anak. Sabda baginda yang bermaksud: ”Siapa yang mengembirakan hati anaknya, maka ia bagaikan memerdekakan hambanya. Siapa yang bergurau untuk menyenangkan hatinya, maka ia bagaikan menangis kerana takut kepada Allah s.w.t.”


“…Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan anak-anak kami sebagai penyenang hati.” (Al-Furqan: 74)
Photobucket