Pages


Banyakkan Berselawat....

Banyakkan Berselawat....

08 April 2010

IZINKAN AKU CUTI DARI DAKWAH INI.....

www.iluvislam.com

Jalanan ibukota masih saja ramai hingga larut malam ini, dengan kenderaan yang terus berlalu lalang, juga dengan kehidupan manusia-manusia malam yang seakan tidak akan pernah mati.

Namun kini hatiku tak seramai jalanan di kota ini. Sunyi. Itulah yang sedang kurasakan. Bergelut dengan aktifitas dakwah yang menyita banyak perhatian, baik tenaga, harta, waktu dan sebagainya, seakan menempa diriku untuk terus belajar menjadi mujahid tangguh.

Tapi kini, hatiku sedang dirundung kekeliruan. Keliru akan saudara-saudaraku dalam barisan dakwah yang katanya amanah, komitmen, bersungguh-sungguh namun seakan semua itu hanyalah teori-teori dalam pertemuan mingguan.

Hanya dibahas, ditanya jawabkan untuk kemudian disimpan dalam catatan kecil atau buku agenda yang sudah lusuh hingga pekan depan mempertemukan mereka lagi, tanpa ada amal perbaikan yang lebih baik. Ya… Mungkin itu yang ada dibenakku saat ini tentang su’udzhan-ku terhadap mereka, setelah seribu satu alasan untuk ber-husnudzhan.


Kini kutermenung kembali akan hakikat dakwah ini. Sebenarnya apa yang kita cari dari dakwah? Dimanakah yang dinamakan konsep amal jama'i yang sering diceritakan indah? Apakah itu hanya pemanis cerita tentang dakwah belaka? Apakah ini yang disebut ukhuwah?

Sering terlontarkannya kata-kata "Afwan ukht, ana tak dapat bantu banyak…" atau sms yang berbunyi "Afwan ukht, ana tdk dapt datang untuk syuro malam ini…" atau kata-kata berawalan "Afwan ukht…" lainnya dengan seribu satu alasan yang membuat seorang ukht tidak dpt hadir untuk sekadar merencanakan strategi-strategi dakwah kedepannya.

Kalau memang seperti itu hakikat dakwah maka cukup sudah, "Izinkan aku untuk cuti dari dakwah ini, mungkin untuk seminggu, sebulan, setahun atau bahkan selamanya. Lebih baik aku konsenstrasi dengan studiku yang kini sedang berantakan, atau dengan impian-impianku yang belum terpenuhi,lgipun tanpa aku dakwah tetap berjalan, bukan???"

Sahabat-sahabatku…

Memang dalam dunia dakwah yang sedang kita geluti seperti sekarang ini, tidak jarang kita mengalami konflik atau permasalahan-permasalahan. Dari sekian permasalahan tersebut terkadang ada konflik-konflik yang timbul di kalangan internal aktivis dakwah sendiri.

Pernah suatu ketika dalam aktivitas sebuah barisan dakwah, ada seorang ikhwan yang mengutarakan sakit hatinya terhadap saudaranya yang tidak amanah dengan tugas dan tanggungjawab dakwahnya. Di lain waktu di sebuah lembaga dakwah kampus, seorang akhwat "minta cuti" lantaran sakit hatinya terhadap akhwat lain yang sering kali dengan seenaknya berlagak layaknya seorang bos dalam berdakwah.

Pernah pula suatu waktu seorang kawan bercerita tentang seorang ikhwan yang merupakan sebuah kisah nyata yang tak pantas untuk terulang namun penuh hikmah untuk diceritakan agar menjadi pelajaran bagi kita.

Ceritanya, di akhir masa kuliahnya sebut saja si X hanya mampu menyelesaikan studinya dalam waktu yang terlalu lama, enam tahun. Sedangkan di lain sisi, teman-temannya sesama aktifis dakwah lulus dalam waktu empat tahun.

Singkat cerita, ketika si X ditanya mengapa ia hanya mampu lulus dalam waktu enam tahun sedangkan teman-temannya lulus dalam waktu empat tahun? Apa yang ia jawab? Ia menjawab "Aku lulus dalam waktu enam tahun karena aku harus tangguhkan kuliah untuk mengerjakan tugas-tugas dakwah yang seharusnya dikerjakan oleh saudara-saudaraku yang lulus dalam waktu empat tahun."

Subhanallah… di satu sisi kita merasa bangga dengan si X, kerana beliau rela untuk tangguh dan mengulang mata kuliah demi terlaksananya roda dakwah agar terus berputar dengan mengakumulasikan tugas-tugas dakwah yang seharusnya dikerjakan teman-temannya. Namun di sisi lain kita pun merasa sedih, sedih dengan kader-kader dakwah (saudara-saudaranya si X) yang dengan berbagai macam alasan duniawi rela meninggalkan tugas-tugas dakwah yang seharusnya mereka kerjakan.

Sahabat….

Semoga kisah tersebut tidak terulang kembali di masa kita dan masa setelah kita, cukuplah menjadi sebuah pelajaran berharga….

Semoga kisah tersebut membuat kita sedar, bahwa setiap aktifitas yang di dalamnya terdapat interaksi antara manusia, termasuk dakwah, kita tiada akan bisa mengelakkan diri dari komunikasi hati...

Ya, setiap aktifis dakwah adalah manusia-manusia yang memiliki hati yang tentu saja berbeda-beda. Ada aktifis yang hatinya kuat dengan berbagai macam tingkah laku aktifis lain yang dihadapkan kepadanya. Tapi jangan pula kita lupa bahwa tidak sedikit aktifis-aktifis yang tiada memiliki ketahanan tinggi dalam menghadapi tingkah pola aktifis dakwah lain yang kadang memang sarat dengan kekecewaan-kekecewaan yang sering kali berbuah pada timbulnya sakit hati. Dan kesemuanya itu adalah sebuah kewajaran sekaligus realita yang harus kita pahami dan kita terima.

Namun apakah engkau tahu wahai sahabat-sahabatku?

Tahukah engkau bahwa seringkali kita melupakan hal itu? Seringkali kita memukul rata perlakuan kita kepada sahabat-sahabat kita sesama aktifis dakwah, dengan diri kita sebagai parameternya. Begitu mudahnya kita melontarkan kata-kata "afwan", "maaf" atau kata-kata manis lainnya atas kelalaian-kelalaian yang kita lakukan, tanpa diselangi dengan kesedaran bahwa mungkin kelalaian yang kita lakukan itu ternyata menyakiti hati saudara kita.

Dan bahkan sebagai pembenaran kita tambahkan alasan bahwa kita hanyalah manusia biasa yang juga dapat melakukan kekeliruan. Banyak orang kata bahwa kata-kata "afwan", "maaf" dan sebagainya akan sangat tak ada artinya dan akan sia-sia jika kita terus-menerus mengulangi kesalahan yang sama.

Wahai sahabat-sahabatku…

Memang benar bahwasanya aktifis dakwah hanyalah manusia biasa, bukan malaikat, sehingga tidak luput dari kelalaian, kesalahan dan lupa. Seharusnya kesedaran bahwa aktifis dakwah adalah manusia biasa itu kita tujukan juga pada saudara kita sesama aktivis dakwah, bukan cuma kepada kita sendiri. Dengan begitu kita tidak seharusnya berbuat sesuatu yang dapat mengecewakan, membuat sakit hati, yang bisa jadi merupakan sebuah kezaliman kepada saudara-saudara kita.

Sahabat…

Adalah bijaksana bila kita selalu menempatkan diri kita pada diri orang lain dalam melakukan sesuatu, bukan sebaliknya. Sebaliknya kita harus dapat merasakan bagaimana seandainya kita yang menunggu keterlambatan itu? Atau bagaimana rasanya berjuang sendirian tanpa ada bantuan dari saudara-saudara kita? Sehingga dikemudian hari kita tidak lagi menyakiti hati bahkan menzhalimi saudara-saudara kita.

Sehingga kata-kata “Akhi… Ukhti… Izinkan aku cuti dari dakwah ini” tidak terlontar dari mulut saudara-saudara kita sesama aktifis dakwah.
Renungkanlah wahai semua aktivis dakwah.

04 April 2010

HAWA,DI MANA HILANGNYA MALUMU?

Secara realitinya, zaman dahulu fenomena wanita berpakaian seksi hanya terdapat di kelompok-kelompok tertentu dan di tempat-tempat tertentu. Malahan, hal-hal yang berkaitan ‘menconteng arang ke wajah’ juga sukar ditemui seperti kes khalwat atau zina, membuang anak, merokok, bergambar secara lucah, pelacuran dan sebagainya.

Keterbukaan masyarakat dan pendedahan tentang dunia semasa membuatkan wanita mula membuang sifat malu ke sisi yang kononnya dikatakan sifat malu itu merencatkan pembangunan sosial dan kemajuan dalam dunia wanita.

Suatu hal yang kurang diperjuang oleh golongan feminis terutama untuk wanita yang beragama Islam ialah perjuangan mengembalikan wanita kepada lumrah asalnya iaitu memelihara maruah dan melapik diri dengan sifat malu.

Istilah malu mempunyai makna dan pengertian yang luas dalam Islam. Malu merupakan sebahagian daripada Iman. Abu Hurairah meriwayatkan bahawa Rasullullah s.a.w bersabda yang bermaksud:

“Iman itu ada lebih 60 cabang. Dan sifat malu adalah sebahagian daripada cabang iman.”

Malu atau dalam bahasa Arabnya ‘haya’ berasal daripada perkataan ‘hayat’ yang bermaksud kehidupan. Ia mencakupi sifat malu, memelihara aib diri dan orang lain, kesopanan, harga diri dan bersikap jujur dalam menjaga dan memelihara maruah kerana Allah.

Dalam Islam, sifat malu ditekankan pada setiap umatnya tidak kira sama ada wanita atau lelaki. Namun, wanita Muslimah ditekankan aspek menjaga maruah dan memiliki sifat malu memandangkan wanita merupakan golongan yang lemah, mempunyai 9 nafsu yang pelbagai serta dikatakan paling ramai menghuni neraka.Tentang hal ini, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:

“Aku melihat ke dalam syurga, maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (Riwayat Bukhari dan Muslim daripada Ibnu Abbas dan Imran serta selain kedua-duanya)

Imam Qurthubi rahimahullah menjelaskan hadis di atas dengan pernyataannya:

“Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk syurga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecenderungan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat kerana kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal...”

Selain iman yang lemah, membuang sifat malu untuk mengejar apa yang diimpikan dalam hidup juga merupakan satu kesilapan besar yang menjerumuskan wanita ke kancah kehinaan. Walau bagaimanapun, sifat malu terbahagi kepada dua iaitu malu yang bersifat kebaikan dan malu yang bersifat kejahatan.

Wanita khasnya dituntut mempunyai sifat malu terutama hal yang berkaitan maksiat dan larangan-larangan Allah. Apabila menghampiri hal-hal sebegini, mereka akan berasa malu, dan seterusnya memikirkan balasan Allah di dunia dan akhirat.

Manakala malu yang bersifat kejahatan pula ialah malu melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah. Dalam hal ini mereka bukan sahaja melakukan apa yang dilarang oleh Allah, malahan melanggar sistem sosial masyarakat sehingga melupakan balasan di dunia dan akhirat.

Wanita Muslimah atau wanita yang bertamadun tidak akan menggadaikan maruah dan membuang sifat malu semata-mata mahu kelihatan moden.

Mementingkan pandangan Allah s.w.t lebih bermakna daripada mementingkan pandangan masyarakat. Tidak kisahlah jika anda dilabel sebagai tidak moden, kolot dan sebagainya. Apa yang lebih penting ialah anda tahu menjaga maruah serta tahu kesan-kesan buruk yang akan berlaku kepada iman, maruah diri, keluarga dan masyarakat jika anda bertindak tidak tahu malu.

Memelihara malu diri sendiri dan menjaga aib (malu) orang lain sangat penting dalam pembinaan bangsa yang bermaruah. Malu dikatakan perisai dan perhiasan kepada wanita dan juga lelaki yang menghalang mereka dari terjerumus kelembah kehinaan serta dosa zahir dan batin.

Rasulullah juga pernah mengatakan bahawa malu adalah karektor bagi agama Islam serta mempunyai sifat malu yang sebenar-benarnya tidak akan menyebabkan perkara yang tidak baik.

Memandangkan dunia semakin berkembang dengan segala macam teknologi dan perubahan dari semua aspek, sudah sewajarnya setiap wanita menilai kembali sifat semulajadi atau lahiriah seorang wanita yang suatu waktu dahulu cukup kebal dengan sifat pemalu.

Sifat pemalu tidak akan menyekat pergerakan wanita untuk mengikuti perkembangan dunia semasa. Malahan wanita yang pemalu lebih berjaya bukan sahaja di dunia malah di akhirat juga kelak. Insya-Allah.

Sudah tiba masanya, kumpulan atau golongan yang memperjuangkan hak wanita dan dunia wanita mengubah persepsi mereka terhadap peranan dan diri wanita dalam dunia masa kini. Mengejar kejayaan, kemodenan, kesamarataan taraf, menghindar penindasan dan sebagainya harus diperjuang, tanpa mengikis sifat wanita yang hakiki iaitu pemalu.

Malu adalah lambang iman yang akan membawa seseorang ke syurga. Rasulullah s.a.w pernah bersabda yang bermaksud:

“Malu dan amanah adalah perkara yang mula-mula sekali hilang dari dunia ini, sebab itu mintalah dengan Allah untuk kedua-duanya” (Riwayat Bukhari)

Pemalu bukan sahaja memperlihatkan kemanisan akhlak dan ketinggian akidah seseorang wanita. Malah, memelihara diri wanita itu sendiri daripada kehinaan dan kemusnahan peribadi secara beransur-ansur. Percayalah bahawa sifat malu tidak akan menyisihkan anda dari arus globalisasi. Malah, anda akan lebih berkeyakinan serta jelas dengan tujuan anda untuk melakukan sesuatu perkara.

24 March 2010

TIPS UNTUK PENDAKWAH

AL-'ALAQ (SURAH KE 96)

Bacalah dengan nama Tuhanmu...
Ungkapan pertama ditujukan kepada Rasulullah oleh Allah Taala merupakan arahan untuk membaca,juga penerangan tentang pena dan ilmu.
Budaya Ilmu perlu dipupuk bagi menambah ilmu dalam diri terutama yang bergelar pendakwah. Tanpa ilmu,susah hendak disampaikan dakwah itu.
"Jika ingin berjaya di dunia tuntutlah ilmu,
jika ingin berjaya di akhirat tuntutlah ilmu,
jika ingin berjaaya di dunia dan di akhirat,tuntutlah ilmu"
Begitu juga,jaminan Allah di akirat kelak,Allah akan mengangkat martabat orang yang berilmu di akhirat kelak.
Jadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai teman setia kita......

AL-MUZZAMMIL (SURAH KE 73)

Wahai orang yang berselimut!
Bangunlah untuk solat pada malam hari, kecuali sebahagian kecil....
Ini saranan Allah pada kita agar kita berqiamulail walaupun hanya dengan mendirikan solat dua rakaat. Solat malam merupakan tunjang kekuatan setiap muslim. Jika bergelar pendakwah,sudah pasti kita diuji dengan pelbagai mehnah, jadi waktu dimana orang tidur dan sunyilah,kita bangun mendekatkan diri kepada Allah. Bercerita dan mengadulah pada Allah agar terus diberi kekuatan dalam medan dakwah ini. Dinyatakan juga kelebihan solat malam ini akan memudahkan mad'u menerima dan memahami percakapan kita.
Sunggguh,bangun malam itu lebih kuat mengisi jiwa dan bacaan di waktu itu lebih berkesan
Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang.

AL-MUDDASSIR (SURAH KE 74)

Wahai orang yang berselimut!
Bangunlah, lalu berilah peringatan!
"Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan darjat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan pahala yang baik(syurga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang duduk dengan pahala yang besar. (An-Nisa';95)
Menjadi peranan setiap muslim untuk saling nasihat-menasihati. Dan sampaikanlah walau satu ayat agar setiap muslim sentiasa mendapat peringatan kerana menjadi sifat seorang manusia yang selalu lalai.

InsyaAllah,dengan melaksanakan ketiga2 saranan Allah ini,kebenaran pasti tertegak. Dan biarlah kita yang menjadi salah seorang yang mendapat rahmat Allah. InsyaAllah....

23 March 2010

JADILAH BIJI BENIH

Sebutir biji benih,
yang dicampak ditanah,
disiram dan dibajai,
subur dari hari ke hari,
dan akhirnya menanti hasil untuk dimakan
dan menumpang teduh.

Inilah kehidupan kita,
seperti sepohon pokok yang bermula dengan biji benih,
Biji benih tulah diri kita yang sebenarnya
Biar kita dicampak di mana-mana kita akan tumbuh dengan subur,
dari hari kehari,
dihiasi ibadat dan akhlak yang indah,
dan akhirnya menghasilkan seorang mukmin yang bertaqwa,
yang hidupnya bermanfaat kepada orang lain.......

"Sebaik2 mukmin ialah yang memanfaatkan orang lain".

16 March 2010

ALLAH Maha Mengetahui


Hamba Ilahi...
Berjalan dengan penuh harapan walu hidup ini tidak selalu bahagia.
Sedekahkan satu senyuman walau hati tak lagi mampu bertahan.
Belajar memaafkan walau diri terluka.
Berhenti memberi alasan walau ingin meyatakan kebenaran.
Hidup dalam iman walau hari dipenuhi godaan.
Berpegang pada Allah walau Dia tidak kelihatan.
Bukti kasihNya kita wujud di dunia pinjaman ini.
Ada sebab bila berlaku sesuatu perkara dan
yakinlah Allah menguji setiap hambaNya yang mengaku keimanan kepadaNya...........

10 February 2010


SALAM IMTIHAN BUAT SAHABAT2 YG DISAYANGI KERANA ALLAH.
MOGA REDA ALLAH DAN KEJAYAAN MENJADI MILIK KITA BERSAMA..
InsyaAllah..

BITTAUFIQ WANNAJAH!

UJIAN

Yakin pada ALLAH bukanlah mengharap terkabulnya segala harapan,
Yakin pada ALLAH adalah meletakkan KEREDAAN pada ketentuanNYA,
rasa bahagia dengan ujian walaupun perit,
di situ air mata yang menitis terasa bernilai buat menyiram api neraka..

Indahnya tarbiyah ALLAH,
tersirat rahmat dan hikmah,
diuji kita sebagai tanda sayangNYA....

Sabahat2dan diriku, TERUSKAN PERJUANGAN!!!
Photobucket